Sahidrudy
http://sahidrudy.blogspot.com/


Cara Instal Ulang Windows XP

Sebelum saya membahas tentang Cara Instal Windows XP Beserta Gambarnya, saya akan menjelaskan sedikit tentang pengertian Windows XP.


Windows XP merupakan salah satu sistem operasi berbasis grafis yang dibuat oleh Microsoft unutk digunakan oleh komputer pribadi seperti PC dan Laptop. Nama "XP" adalah kependekan dari "Experience". Windows XP pertama kali di rilis pada tanggal 25 Oktober 2001, dan lebih dari 400 juta salinan digunakan pada Januari 2006. Windows XP tersedia dalam berbagai macam edisi, seperti Windows XP Professional, Home Edition, Media Center Edition, Tablet PC Edition, dan Lainnya. Namun edisi yang paling umum dari sisitem operasi Windows XP adalah Windows XP Home Edition yang diperuntukan untuk komputer rumahan dan Windows XP Professional yang menyediakan fitur-fitur tambahan seperti dukungan untuk domain Windows Server dan dua prosesor fisik. Windows XP diketahui sebagai sebuah sisitem operasi yang memiliki kestabialan yang telah ditingkatkan dari pendahulunya, dan juga memiliki efisiensi yang lebih baik dari pada Windows 98, Windows ME, dan Windows 2000 Professional. Ini dikarenakan Windows XP menerapkan teknik manajemen software yang dapat menghindari masalah "Hell DLL" atau "Neraka DLL" seperti yang sering dialami oleh Windows 9x. Selain itu Windows XP memiliki tampilan yang lebih mudah digunakan.


Dan kali ini saya akan berbagi tentang cara intal Windows XP di komputer atau laptop anda. Mungkin bagi anda yang sering berhubungan dengan IT menginstal Windows XP merupakan hal yang sudah biasa, tetapi bagi anda yang masih pemula dan belum tahu caranya, oleh karena itu saya akan berbagi tutorial tentang cara menginstal Windows XP. Dan bagi anda yang ingin menginstal ulang komputer atau laptop, Windows XP bisa jadi pilihan yang pas karena sistem operasi ini lebih ringan dan tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang besar dibanding dengan sistem operasi lain seperti Windows 7 jika digunakan pada komputer atau laptop anda. Memang cara menginstalnya tidak semudah membalik telapak tangan, ada tahapan-tahapan yang harus diakukan dengan benar. Berikut tutorial cara menginstal Windows XP dibawah ini.


Pertama-tama anda harus sudah menyiapkan kepingan CD Windows XP, versinya terserah anda, mau Windows XP Professional, Home Edition, atau yang lain. Dan pastikan komputer atau PC anda memiliki CD/DVD-Drive Hardwarenya. Berikut langkah-langkahnya:


1. Ubah Boot Priority yang ada di BIOS pada komputer dengan cara Menekan Delete, Esc, F1, atau F2 pada keyboard saat komputer baru dinyalakan. Pada BIOS SetUp, cari menu yang berhubungan dengan Boot Priority dan jadikan CDROM atau DVDROM sebagai urutan pertama dan Harsdisk/HDD urutan keduanya, save dan restart (setiap komputer kadang berbeda tipe BIOS dan menunya, tapi yang penting jandikan CDROM di urutan pertama).


2. Tunggu sampai ada tulisan Press any key to boot from CD.. maka tekan sembarang tombol pada keyboard.
2. Maka akan muncul Windows Setup seperti gambar dibawah ini
3. Pada saat itu file-file dari CD sedang di load ke komputer
4. Setelah itu ada tiga pilihan Instalasi, Enter untuk menginstal Windows XP, "R"untuk Repair Windows XP yang sebelumnya sudah terinstal, dan F3 untuk keluar dari proses istalasi.
5. Akan ada Windows XP Licensing Agrement, untuk menyetujui ketentuan tekanF8

6. Selanjutnya proses Pastisi Harddisk, ukuran/kapasitas dan jumlah partisi terserah anda.
Perhatian : "jika sebelumnya sudah terinstal Sistem Operasi, hapus dulu partisi sistemnya kemudian baru tentukan lagi partisinya. jika tidak maka sistem operasi akan korup/error"
7. Kalo mau langsung menginstal, tekan Enter, tapi kalo mau membagi partisi, tekan C. maka akan tampil pembagian partisi seperti gambar dibawah ini (pembagian dalam satuan MB. contoh : jika ingin 25 GB, maka ditulis 25000 MB).
8. Jika sudah, tekan Enter pada partisi yang anda inginkan (saya sarankan pada partisi urutan pertama, untuk mempermudah proses instalasi).
9. Maka akan muncul pilihan format partisi (saya sarankan pilih yang Quick, karena prosesnya lebih cepat). Ket : FAT untuk harddisk kurang dari 10 GB danNTFS untuk harddisk lebih dari 10 GB.
10. Lalu proses format berlangsung seperti gambar dibawah ini.
11. Setelah itu, proses penyalinan file instalasi.
12. Setelah proses penyalinan selesai, komputer akan restart otomatis. untuk mempercepat restart, anda bisa langsung tekan Enter.
13. Lalu akan muncul tampilan Grafik Windows XP seperti gambar dibawah ini.
14. Setelah itu akan muncul proses instalasi berbasis grafik seperti gambar dibawah ini.
15. Ikuti langkah-langkahnya sampai pada bagian restart. tekan OK untuk langsung restart seperti gamabr dibawah ini.
16. Dan akan muncul lagi jendela Windows XP seperti gambar dibawah.
17. Akan mucul tampilan grafik Welcome to Microsoft Windows dan klik Next.
18. Dan pada bagian Help Protect Your PC sebaiknya pilih Not Right Now.
19. Lalu tinggal Next, Next, dan Next... Sampai muncul jendela Welcome
20. Dan akhirnya muncul tampilan dekstop Windows XP seperti gambar dibawah ini.
21. Lalu tinggal instal CD Driver Hardware dan aplikasi penduking lainnya.

Program Komputer

Program Komputer adalah Program yang dibuat berdasarkan dengan bahasa pemrograman yang berfungsi untuk membantu pekerjaan yang diiginkan oleh sebuah user (sering kali disebut sebagai program saja) merupakan suatu aplikasi yang dibuat dengan menggunakan bahasa program tertentu dan telah ter-install di dalam komputer. Program komputermerupakan contoh perangkat lunak komputer yang menuliskan aksi komputasi yang akan dijalankan oleh komputer.

Komputasi ini biasanya dilaksanakan berdasarkan suatu algoritma atau urutan perintah tertentu.Urutan perintah (atau algoritma)merupakan suatu perangkat yang sudah termasuk dalam program komputertersebut.Tanpa algoritma tersebut,program komputer tak dapat berjalan dengan baik.
Program komputer dikelompokan dalam kelompok low level language ,mid level language dan high level language

Program/Software adalah perangkat lunak yang umumnya digunakan untuk mengontrol perangkat keras, melakukan perhitungan, berinteraksi dengan perangkat lunak lainnya, dan lain-lain.

1. Jenis-jenis program komputer



Program Perkantoran, misalnya: Ms. Office, Open office, dll.
Program Grafis, misalnya: corel draw, photoshop, gimp, dll.
Program Multimedia, misalnya: windows media player, winamp, jet audio, dll.
Program Internet, misalnya: internet explorer, mosila firefox, opera, dll.
Program Keamanan PC, misalnya: anti virus, anti spam, firewall, dll.
Program sistem Informasi Berbasis web/Desktop yang dibuat sesuai kebutuhan suatu lembaga tertentu, misalnya: program kasir, program data base perusahaan, dll.
Program Desain Sistem, Dll. Misalnya: Delphi, Ms. Visio, Java, dll
2. Klasifikasi Program Komputer


Open source, artinya software yang source code-nya dibuka ke publik, Anda bisa memodifikasi dan mendistribusikan atau mempublikasikan source code hasil modifikasi dengan syarat-syarat tertentu, misalnya dengan tetap mempertahankan nama softwarenya.
Freewere, artinya software tersebut gratis untuk digunakan, tetapi tidak bisa melihat source code software tersebut, dan disertai syarat tidak boleh memodifikasi software tersebut. Ada pula yang disertai syarat harus untuk kepentingan non-komersial. Tetapi syarat mutlak sebuah software disebut freeware adalah tanpa batasan jumlah dan waktu pemakaian.
Shareware, adalah perangkat lunak yang membatasi penggunanya dengan mengurangi fitur-fitur tertentu atau membatasi masa penggunaannya selama jangka waktu tertentu ataupun juga penggabungkan kedua hal ini. Untuk program shareware dibagi atas 2 yaitu: 1). Trial Version, yaitu aplikasi komersial yang dapat digunakan secara gratis namun penggunaannya dibatasi melalu cara memberikan softwere tenggang waktu tertentu akan tetapi tidak ada pengurangan fitur pada aplikasi 2). Demo version, yaitu aplikasi komersial yang dapat digunakan secara gratis namun penggunaannya dibatasi melalu cara pembatasan berupa pengurangan fitur atau pembatasan jumlah pengoperasian
Adwere, artinya software tersebut gratis, tetapi ada iklan yang muncul ketika dijalankan. Iklan dapat muncul baik pada saat start, atau muncul di sela-sela penggunaan.
Beta version, Test hasil produk pada tahap kedua dalam pembangunan perangkat lunak komputer sebelum dikeluarkan secara komersial. Pada versi ini, produk tersebut diedarkan secara percuma atau gratis kepada pengguna untuk mendapatkan komentar dan informasi mengenai kelemahan perangkat lunak serta masukan lain yang diperlukan untuk produk tersebut.
Alfa version, sama halnya dengan program beta version akan tetapi penggunaan program ini di peruntukkan untuk kalangan tertentu.

Pengertian Hardware Dan Software Komputer



Pengertian Software dan Hardware beserta Contohnya.

banyak teori mengenai hardware dan software tapi bagi saya pengertiannya sebagai berikut:

Hardware adalah perangkat keras dan software adalah perangkat lunak. Itu terjemahannya. Tapi penjelasan lebih tepatnya sebagai berikut:

Hardware/Perangkat keras adalah sebuah alat/benda yang kita bisa lihat, sentuh, pegang dan memiliki fungsi tertentu. Secara fisik ada wujudnya. Ada bentuknya.

Perangkat Hardware terdiri atas 3 jenis, yaitu:

1. Perangkat masukan (Input device)

Perangkat masukan berfungsi untuk memasukkan data, baik berupa teks, foto, maupun gambar ke dalam komputer.Contoh perangkat input misalnya keyboard, mouse, light-pen, scanner, dan sebagainya.

2. perangkat keluaran (Output device)

perangkat keluaran dipergunakan untuk menampung dan menghasilkan data yang dikeluarkan, misalnya monitor dan printer.

3. Perangkat pengolah data (Processor)

Perangkat pengolah data dipergunakan untuk mengolah data.Pengolah data meliputi unit pengolah pusat (CPU/Central Processing Unit) dan juga mikroprosesor.

Macam-macam perangkat keras (hardware):

1. CPU (Central Processing Unit)



Merupakan alat yang berfungsi sebagai pemroses data.CPU berisi rangkaian sirkuit yang menyimpan instruksi-instruksi pemrosesan dan penyimpanan data.







2. Monitor



Merupakan alat yang mampu menampilkan teks maupun gambar dari data yang sedang diproses dalam CPU.







3. Keyboard



Keyboard merupakan alat untuk memasukkan data maupun perintah ke CPU, biasanya terdiri atas rangkaian huruf, angka, dan tombol fungsi lainnya.







4. Mouse



Mouse merupakan alat bantu untuk memberikan perintah dalam memproses data atau mengedit data.





5. Printer



Priter merupakan alat yang memproduksi keluaran data (output) berbentuk cetak, berupa teks maupun gambar/grafik.







6. CD ROM



Alat tambahan (alat peripheral) yang mampu menyimpan dan menuliskan data dan program melalui media CD (Compact Disk).Alat ini didesain mampu menuliskan dan membaca data atau program melalui sistem optik.





7. Compact Disk (CD)



Media penyimpanan yang terbuat dari bahan plastik.Proses penyimpanan dan pembacaan data menggunakan sistem optik.







8. Floppy Disk



Floppy disk merupakan alat tambahan untuk menyimpan atau menuliskan ke dalam disket maupun sebaliknya, ukuran yang umum digunakan adalah ukuran 3,5 inchi.





9. Hardddisk



Harddisk merupakan alat tambahan untuk menyimpan data dalam kapasitas besar yang dilapisi secara magnetis, saat ini perkembangan harddisk sangat cepat dari daya tampung dan kecepatan membaca data.Perlu kalian ketahui saat ini harddisk memang mutlak ada dalam setiap computer atau laptop sebagai penyimpan sistem operasi yang permanen.



10. Scanner



Scanner merupakan alat Bantu untuk memasukkan data berupa gambar atau grafik dan mengubahnya ke dalam bentuk digital sehingga dapat diproses dan digabungkan dengan bentuk data yang berupa teks.





11. USB Flasdiks

Flasdisk merupakan tempat penyimpanan data yang paling digemari karena kapasitasnya yang besar dan beragam selain itu ukurannya yang kecil memudahkan kita untuk membawanya kemana-mana, hadirnya flasdisk telah menggantikan floppy disk yang dulu sering digunakan untuk penyimpanan data yang portable, kapasitas minimum flashdis adalah 128mb sedangkan untuk kapasitas maksimumnya bisa mencapai 40 Gb, lebih kecil dibanding Hardisk External yang kapasitasnya bisa mencapai 1 tera bite (1000 Gb).

Sedangkan Software / perangkat lunak, adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah. melalui sofware atau perangkat lunak inilah suatu komputer dapat menjalankan suatu perintah. Software secara fisik tidak ada wujudnya. Maka tidak bisa kita sentuh, tidak bisa kita pegang namun kita dapat menjalankannya dalam sebuah sistem operasi dan Yang hanya bisa kita pegang hanya media penyimpannya saja, seperti disket,CD, dsb. Perangkat lunak memiliki fungsi tertentu juga, dan biasanya untuk mengaktifkan perangkat keras. Bisa juga dikatakan perangkat lunak bekerja di dalam perangkat keras.

Contoh perangkat lunak: program akuntansi, program MS Office, dsb.

Komponen Pada Komputer Dan Penjelasannya

Cashing

Cashing komputer adalah sebuah komponen komputer yang berfungsi sebagai tempat kita meletakkan atau menempelkan motherboard, power supply, optical disc drive, hard disk, dan lain sebagainya. Casing komputer ini dibedakan berdasarkan ukurannya yang sering disebut juga sebagai form factor (seperti ATX dan Micro ATX) dimana form factor ini mengacu kepada form factor motherboard yang didukungnya







Power Supply
Ibarat sebuah mobil yang tidak bisa berjalan jika tidak memiliki bahan bakar, maka sebuah komputer pun tidak akan bisa nyala atau berfungsi jika tidak memiliki power supply atau PSU (Power Supply Unit) ini. Power supply adalah sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk mensuplai arus listrik ke komponen-komponen komputer lainnya seperti motherboard, hard disk, optical disk drive, dan lain sebagainya.






Motherboard / Mainboard
Motherboard adalah komponen komputer tempat kita menancapkan atau memasangkan komponen-komponen komputer lainnya seperti processor, video card, sound card, hard disk, dan lain sebagainya. Motherboard berfungsi untuk menghubungkan setiap komponen-komponen komputer tersebut agar bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Setiap motherboard memiliki spesifikasi-nya masing-masing, spesifikasi seperti processor apa yang didukungnya dan berapa kapasitas maksimal RAM yang didukung oleh motherboard tersebut.



Processor
Jika sebuah komputer diibaratkan sebagai seorang manusia, maka processor adalah otak manusia tersebut. Processor atau CPU (Central Processing Unit) adalah sebuah komponen komputer yang bertugas untuk mengeksekusi instruksi atau melakukan perhitungan-perhitungan. Sebelum membeli sebuah processor kalian harus mencari tahu terlebih dahulu socket processor apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah socket AM2, socket LGA, atau lain sebagainya.




RAM
RAM adalah singkatan dari Random Access Memory, yaitu sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data sementara dari suatu program yang sedang kita jalankan dan data-data tersebut bisa diakses secara acak atau random. Sebelum membeli sebuah RAM kalian harus mencari tahu terlebih dahulu slot RAM apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah SDRAM, DDR, DDR2, DDR3 atau lain sebagainya.




Video card
Video card ini adalah komponen komputer yang berfungsi untuk menghasilkan output gambar untuk ditampilkan di monitor. Sebelum membeli sebuah video card, kalian harus mencari tahu terlebih dahulu slot video card apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah slot PCI, AGP, PCI-X, PCI Express, atau lain sebagainya.






Hard disk
Hard disk adalah komponen komputer tempat kita menyimpan data. Semakin besar kapasitas hard disk yang kita miliki di komputer kita maka semakin banyak juga data yang bisa kita simpan di komputer kita tersebut. Sebelum membeli hard disk kalian harus mencari tahu terlebih dahulu interface hard disk apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah IDE, SCSI, SATA, atau lain sebagainya.






Optical Disc Drive
Walaupun tanpa sebuah optical disc drive komputer kita bisa nyala atau berfungsi, tetapi rasanya tanpa komponen komputer yang satu ini komputer kita seperti terisolasi dari dunia luar, terisolasi dari dunia luar maksudnya kita akan kesulitan jika suatu saat ingin meng-copy data, meng-install program, menonton film VCD atau DVD, yang semuanya tersimpan di dalam sebuah keping CD atau DVD. Optical Disc Drive ini bisa berupa CD-ROM, DVD-ROM, DVD-RW, Blue-Ray, atau lain sebagainya. Sebelum membeli sebuah optical disk drive kalian harus mencari tahu dulu interface apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah IDE, SATA, atau lain sebagainya.

Monitor
Monitor adalah komponen komputer yang berfungsi untuk menampilkan gambar yang di-output dari video card. Monitor komputer yang banyak tersedia di pasaran saat ini adalah monitor CRT (monitor tabung) dan monitor LCD, namun saat ini kebanyakan orang-orang lebih memilih menggunakan monitor LCD (terutama di kantor-kantor) karena monitor LCD ini selain tampilannya lebih modern, juga memiliki kelebihan lainnya yaitu hemat space dan hemat listrik.




Keyboard
Keyboard adalah sebuah komponen komputer inputan yang berfungsi sebagai alat untuk mengetikkan sesuatu. Selain keyboard standard, keyboard komputer saat ini memiliki model bermacam-macam, seperti keyboard mini, keyboard fleksibel yang bisa dilipat, keyboard wireless yang menggunakan bluetooth, dan lain sebagainya.





Mouse
Mouse adalah komponen komputer inputan yang berfungsi untuk menggerakan cursor di layar monitor kita dan untuk meng-klik sesuatu seperti tombol-tombol di sebuah program aplikasi. Mouse juga bermacam-macam modelnya, ada mouse standard, mouse untuk keperluan gaming, mouse wireless yang menggunakan bluetooth, dan lain sebagainya.

Jenis - jenis lighting


Modelling Lamp
Lampu untuk menghasilkan cahaya yang membantu kita untuk menentukan, melihat arah jatuhnya bayangan obyek. Biasanya hanya ada di lampu studio. Menyala sebelum lampu digunakan/di trigger.


Modelling Lamp

Standar Reflektor
Berfungsi mengarahkan sinar ke obyek. Cahaya yang dihasilkan sangat kuat dengan sudut pancaran yang terbatas.



Standard Reflector

Payung Pemantul
Melunakkan cahaya yang datang ke obyek agar lebih merata. Biasanya sinar yang datang ke obyek terlalu kuat dan menghasilkan bayangan pekat. Sifat cahaya yang dihasilkan kontras masih tinggi, kuat sinar berkurang 1-2 stop, sudut pancar cahaya luas.



Bouncing Umbrella

Payung Transparan
Memiliki fungsi sama dengan payung pemantul, hanya saja cahaya yang dihasilkan lebih lunak, merata, dan lembut. Kuat sinar turun 2-3 stop.



Payung Transparan

Softbox
Memiliki sifat melunakkan cahaya, merata, dan menghilangkan bayangan. Kuat sinar berkurang 3-4 stop, pancaran luas.



Contoh softbox untuk flash.

Honeycomb
Penyinaran lebih terarah, memusat, simetris, dan sudut penyinaran dipersempit. Biasanya digunakan untuk penyinaran pada bagian-bagian tertentu, intensitas cahaya yang dihasilkan lumayan kontras tergantung ukuran honeycomb (lubang-lubang tawon). Jika ingin melihat hasil dan perbedaan dari macam-macam honeycomb bisa mereferensi dari blog ‘Om Nicko’.



Honeycomb

Snoot
Hampir sama dengan honeycomb, namun sifat cahaya yang dihasilkan lebih sempit dan kecil. Biasanya digunakan untuk hairlight. Kuat sinar turun 5-6 stop. Cocok untuk memunculkan karakter obyek.



Snoot yang dilengkapi dengan Gel/Filter Warna

Barndoor
Mengarahkan sudut pencahayaan agar lebih terarah pada bagian obyek yang diinginkan dan tidak menggangu bagian lain yang tidak ingin ditonjolkan/diperlihatkan. Fungsi lain untuk menghilangkan efek flare/fog saat lampu berhadapan dengan kamera.



Barndoor dikombinasikan dengan honeycomb dan gel/filter

Sebagian besar peralatan tersebut digunakan untuk lampu studio. Namun ada juga yang dibuat khusus untuk strobist mania, ukuran lebih kecil dan digunakan untuk flash/lampu kilat dengan fungsi yang sama layaknya lampu studio profesional.


Mini Lighting yang cocok untuk strobist mania
















dari : www.denbagus.com

Teknik fotografi



Teknik fotografi dalam pengambilan gambar atau dalam bahasa inggrisnya disebut type of shoot. Teknik dalam pengambilan gambar akan menentukan menentukan besar kecilnya objek utama pada sebuah foto. Pada tema-tema tertentu type of shoot digunakan untuk membangun sebuah cerita pada suatu foto. Type of shoot umum digunakan untuk memotret dengan objek manusia namun bisa Anda ingin mengaplikasiikannya dengan objek lain semisal hewan atau benda mati silahkan sesuaikan saja konsepnya. Berikut beberapa jenis teknik pengambilan gambar:

Extreme long shoot


Extra Long shoot

Dikenal pula sebagai extra long shoot, yaitu teknik fotografi dalam pengambilan gambar dimana objek maupun ambience disekitarnya terlihat secara keseluruhan. Pada pengambilan gambar seperti ini hal-hal yang ingin ditonjolkan selain objek utama adalah situasi dan kondisi dari keadaan sekitar. Oleh karena itu diperlukan sebuah komposisi yang tepat agar objek utama dan latar menjadi sebuah kesatuan yang menarik

Penggunaan teknik ini sangat cocok buat obyeknya berjumlah banyak dan bergerombol. Contoh ini dapat dilihat pada bentuk frame yang menceritakan keadaan segerombolan dari yang sedang melakukan demonstrasi kenaikan upah minimum.


Long Shoot

Long Shoot

Long shoot, hampir serupa dengan extra long shoot akan tetapi pada teknik pengambilan gambar ini lebih digunakan untuk memperhatikan figure seseorang secara keseluruhan dimana seluruh badan objek akan terlihat.

Fungsi dari teknik fotografi ini ingin menyampaikan keadaan obyek yang beraktifitas dengan keluasan suasana lingkungan dimana obyek berada. Long shoot biasanya menyisakan area kosong yang seakan-akan merupakan area beraktivitas objek foto.


Medium Long shot

Medium Long Shoot

Medium long shoot adalah sebuah teknik fotografi dalam pengambilan gambar dimana ruang pengambilannya sedikit lebih sempit dibandingkan teknik pengambilan long shoot. Pada pemotretan prewedding ruang pengambilan gambar dari tipe shoot ini dimulai dari bagian sekitar lutut sampai dengan batas kepala.

Fungsi dari teknik ini ingin menyampaikan keadaan obyek beraktifitas dengan keluasan suasna lingkungan dimana obyek berada. keseluruhan hasil bidikan obyek mencerminkan kehidupan normal seperti layaknya kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh manusia, dengan kondisi lingkungan lebih luas dari pada framenya Medium Shot, namun secara substansinya tidak mengurangi makna dari peristiwa yang ditampilkan.


Medium shoot

Medium shoot

Medium shoot merupakan teknik fotografi dalam pengambilan gambar jarak menengah, dimana batas pemotongan objek adalah dari bagian pinggang ke atas. Pengambilan gambar dengan menggunakan medium shoot baik untuk bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Cara ini sangat tepat digunakan untuk foto prewedd karena umummnya foto prewedd banyak mengambarkan bahasa tubuh objek.

Fungsi dari teknik ini ingin menyampaikan keadaan obyek beraktifitas, dimana pada keseluruhan obyek dalam pengadegannya mencerminkan kehidupan normal seperti layaknya kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh manusia.


Medium Close Up

Medium close up

Medium close up merupakan teknik pengambilan gambar dengan ruang pengambilan di antara medium shoot dan close up, dimulai dari bagian dada ke atas. Teknik fotografi seperti ini mampu menangkap ekspresi wajah lebih jelas. Sebaiknya gunakan untuk menangkap ekspresi-ekspresi kebahagian obejk foto anda dan sangat bagus bila foto-foto tersebut berupa candid.

Fungsi dari teknik ini mirip dengan Close-Up yaitu ingin menyampaikan karakter dari keadaan obyek sebenarnya detil dari sebuah obyek, sehingga kerakterannya terutama pada obyek manusia dapat dilihat secara nyata dan jelas oleh pemirsa. Contoh ini dapat dilihat pada bentuk frame yang menceritakan ekspresi wajah seseorang lagi menangis, takut, terharu, tertawa serta yang lainnya


Close Up

Close up

Dalam pengambilan gambar close up, bagian tubuh yang di foto adalah dari batas bahu sampai dengan batas kepala. Selain digunakan untuk menangkap ekspresi wajah seseorang, teknik pengambilan gambar ini juga baik digunakan untuk memperlihatkan detail-detail seperti kerutan-kerutan di wajah yang terkadang membuat sebuah foto terlihat dramatis. Fungsi dari teknik fotografi ini adalah ingin menyampaikan karakter detil dari sebuah obyek, sehingga karakternya terutama pada obyek manusia dapat dilihat secara nyata dan jelas oleh pemirsa. Pada saat anda mengambil foto close up, ada baiknya objek foto diajak berbicara sehingga anda benar-benar bisa menangkap ekspresi dan tidak perlu dihitung saat pengambilan fotonya agar benar-benar terlihat natural.


Big Close Up

Big Close Up

Cara ini serupa dengan close up, pengambilan gambar ini baik untuk menangkap sebuah ekspresi dan detail-detail pada wajah seseorang yang membedakan hanya batas pengambilan gambar dengan mengcrop sedikit di bagian dahi dan dagu. Karena temanya masih close up, maka tidak akan jauh beda close diatas. Teknik fotografi seperti ini akan benar-benar lebih menekankan pada ekspresi sang objek. Yang perlu diperhatikan adalah agar dalam meng crop foto berhati-hati pada bagian bawah dahi agar tidak terlalu banyak agar tidak merusak estetika foto.

Extreme Close Up


Extreme Close Up

Pengambilan gambar yang hanya fokus pada salah satu bagian tertentu. Bisa digunakan untuk memperlihatkan bagian tubuh atau wajah yang terunik atau bagian yang menjadi ciri dari seseorang, misalnya: extreme close up pada bagian mata atau bibir yang mungkin merupakan salah satu bagian terindah dari wajah objek anda. Sebenarnya tidak melulu pada bagian wajah yang di close up, bila anda menganggap bagian tubuh lain menjadikan penanda seseorang maka bisa dijadikan fokusnya, asalkan (maaf) tidak focus ke area-area terlarang dari tubuh J, semisal si objek menggunakan jam di tangan yang merupakan ciri si objek maka tangan plus jam bisa dijadikan focus utama. Teknik fotografi ini akan mengajak pemirsa yang melihat untuk bervisualisasi karena foto jenis ini semacam menebak-nebak dan membangkitkan rasa penasaran yang mellihat.

Dalam implementasinya teknik ini sering dipadukan dengan pengambilan sudut foto low angle sehingga foto yang dihasilkan terlihat lebih menarik.

Two shoot

Pengambilan gambar yang menampilkan 2 objek secara bersamaan. Karena hal tesebutlah maka teknik fotografi seperti ini sering digunakan pada foto-foto prewedding. Umumnya foto akan menunjukkan aktivitas keseharian, foto-foto seperti ini agak sulit bila koordinasi kedua objek.

Cerpen Bahasa Jawa



BU GURU

YEN ing kampungku ana jeneng Bu Guru, sing dimaksud mesthi Bu Warsini garwane Pak Marno. Bu Warsini ora dadi guru, nanging dadi bojone Pak Marno sing dadi guru SD. Malah Bu Ratmi, Bu Jamilah sing ngasta dadi guru wae ora diundang tau Guru. Undang-undangane ya mung Bu Ratmi, Bu Jamilah ngono wae. Semono uga Bu Tarmi lan Bu Kasmi sing kakunge uga ngasta dadi Guru, undang-undangane ya ora Bu Guru, nanging mung Bu Tarmi lan Bu kasmi ngono wae.




Dadi yen ana wong ngomong Bu Guru, sing dikarepke mesthi Bu Warsini iku. Amarga ing kampungku sing dadi guru dhisik dhewe ya mung Pak Marno sing saiki wis pensiun iku. Senajan Pak Marnowis pensiun, Bu Warsini isih tetep diundang Bu Guru.

Njur apa critane Bu Guru, ya Bu Warsini iku? Critane Bu Guru iku ora duwe anak lanang. Nalika semana, anake lima wadon kabeh. Mangka jaman saiki anak lima iku ya wis kepetung akeh. Mula Pak Marno tansah ngandhani marang garwane iku, supaya melu ka-be. Yen manut istilahe Pak Wisnu, ka-be iku yen dijawakake dadi keluwarga rinancang. Nanging Bu Guru kipa-kipa ora gelem, amarga isih kepengin duwe anak lanang, Nganti Pak Marno judheg.

"0, alah Bu, mbok wis trima. Wong anakmu ya wis lima ngono. Mengko yen wis padha duwe jodho, kowe rak ya duwe anak lanang ta? Senajan mung anak mantu, rak ya padha wae ta; kuwi ya anakmu."

"Ya beda Pak, anak mantu kok karo anak leh mbrejelke dhewe..."

"Bedane nggon ngendi? Apa yen anak mantu kuwi ora gemati? Akeh lho Bu contone, anak mantu utawa anak angkat kuwi malah luwih ngerti marang wong tuwa! Coba kae, Parmanto anak angkate Pak dhe Sastro kae, pendhak sasi sowan nggawa gula teh; isih oleh-oleh bandeng, endhog; mangka mengko yen mulih isih ninggali dhuwit. Balik anak-anake, endi sing ngerti karo wong tuwa? Mara pendhak bakda wae sok-sok ora?!"

"Embuh gemati embuh ora, ngerti karo wong tuwa apa ora, nanging rasane ora kaya yen duwe anak lanang dhewe, pak! Bisa dipamerke marang liyan gilo iki anakku sing lanang sing nggantheng, ah pokoke aku isih kepengin duwe anak lanang!”

"Ya uwis yen ora kena takkandhani. Wong dieman kok ora kena. Kudune kowe kuwi wis leren ora nglairake....."

Aja maneh kok Pak Marno sing bojone Bu Guru, senajan Pak Ketua RT, Pak Ketua RW, apadene pak Bayan; kabeh padha nganjurake melu ka-be. Nanging Bu Guru tetep mbeguguk nguthawaton, ora gelem melu ka-be. Pak Marno ganti pekewuh saben-saben diparani perangkat kelurahan iku. Sidane bojone direpa-repa.

"Ya manuta pemerintah ta Bu, melua ka-be....”

"Wegah! Wegah tenan aku pak! Wong diaturi aku iki isih kepengin duwe anak lanang, kok dikon ka-be; pokoke aku gemang!"

"Mengko dhisik ta, aku iki ora malangi kekarepanmu duwe anak lanarg, nanging aja mbangkang dhawuhe pemerintah ngono kuwi...."

"Lha trus piye, nek ora oleh mbangkang?"


"Dhaftarna ka-be nyang Bu Bidan, mengko njupuka pil wae! Mbokpangan pile ya kena, ora ya kena! Ning ketoke rak wis melu kabe, ngono lho karepku!"

"Dadi saben sasi mengko aku nyadhong jatah pil?"

"Ha iya! Bu Bidan rak ngira yen kowe wis melu ka-be tenan."

"Ya wis, nek ngono aku ngalah. Ning aku aja mbokpeksa melu ka-be tenan lho, Pak!"

"Ora-ora! Aku ora arep meksa. Kowe melu ka-be temenan kanthi kesadharan, aku malah seneng, ora arep meksa...:'

Bu Guru mencep krungu tembunge sing lanang mengkono iku.Sidane Bu Guru dhaftarake melu kabe temenan. Nanging mung ethok-ethokan. Saben sasi nyadhong jatah pil ka-be ing omahe Bu Bidan. Nanging pil cadhongan iku ora tau dipangan, nanging mung ditumpuk ing laci mejane. Bu Bidan ngira Bu Guru iku wis melu kabe temenan. Nyatane nganti wektu nem sasi Bu Guru durung katon ngandheg maneh.

Nanging sakbubare kuwi, Bu Guru wis ora nyadhong jatahe pil kabe maneh. Malah wis telung sasi dheweke ora ngaton ing omahe Bu Bidan. Mula Bu Bidan meneng-meneng mbatin marang Bu Guru. Ya gene garwane Pak Marno iku ora njaluk jatah maneh. Mula nalika pertemuan PKK, bab iku ditakokake marang Bu Guru.

"Bu Guru kok sakmenika mboten mendhet jatahipun pil kabe?"

Karo klimputan Bu Guru wangsulan setengah bisik-bisik. Ngapunten Bu Bidan, kula kebobolan malih. Kesupen mboten nedha pil tigang dinten, lha kok ngandheg malih,...."

"Wooo...,ngaten ta?" Bu Bidan mlenggong semu maido.

"Kula rumiyin rak sampun matur, menawi kesupen mboten dhahar pil ka-be, pendhak dintenipun dipundhobeli...."

"Wong kemutan-kemutan sampun tigang ndinten kok, Bu! Dospundi malih?!

Nanging Bu Bidan ora arep ndedawa crita, malah batine - priksa karepmu, ora mriksakake ya sakkarepmu-, akibate mboktanggung dhewe.

Nyatane sajerone ngandheg sangang sasi Bu Guru mung mriksakake kaping pindho. Mula ora mokal yen anggone nglairake rada rekasa. Bu Bidan ora saguh nangani. Sidane Bu Guru digawa menyang rumah sakit, amarga mung dhokter sing keconggah nangani.

Diinfus nganti ngentekake pirangpirang botol, parandene bubar nglairake meksa katon nglentrih tanpa daya amarga kentekan tenaga. Malah kober ora eling barang. Tujune isih bisa dislametake. Ya mung rada akeh wragad sing kudu diwetokake.

"Putra njenengan estri," ngendikane dhokter ngandhani.

Sing dikandhani ora wangsulan. Mripate kethap-kethip. Ngertia yen anake iku bakal metu wadon maneh, athuka dheweke rak melu ka-be temenan, ora ethokethokan kaya dhek emben. Bu Guru gegetun, nanging wis kebacut.

Sidane kanthi kesadharan dheweke njaluk disteril pisan. Bu Guru lagi pasrah marang panguasane Sing Maha Kuwasa sing nakdirake dheweke ora duwe anak lanang. Bu Guru wis bisa mupus.

Saiki pepenginane duwe anak lanang genti malih dadi kepengin duwe putu lanang, amarga anake mbarep wis omah-omah taun kepungkur. Mula pepenginane iku dikandhakake marang Ndari sing cekel gawe dadi guru SD.

"Aku wis trima kok Ndhuk ora diparingi anak lanang! Ning mugamuga wae anakmu mbarep iki mbesuk metu lanang..."

"Ah, Ibuu....' wong kula kepengine anak estri kok!"

"Sebabe?"

"Ha inggih, anak estri menika umumipun mboten nakal. Umur nem taun sampun saged dipunkengken...Yen anak lanang?"

"Nanging ora kaya nek anak wadon duwe, anak lanang ya duwe. Gandheng anakku nenem wis wadon kabeh, sirku anakmu kuwi tak suwun metua lanang; ngono lho!"

"Ha-ha-haa, Ibu ki aneh! Wong kula sing arep diparingi momongan, kok njenengan sing nyuwun!"

"Witikna, anak nenem wadon kabeh;lumrah ta nek njur kepengin putu lanang?"

"Nggih mugi-mugi kadumugen kepengin panjenengan, Bu!"

Ndari - bbarepe Bu Guru iku - ngalahi rembug. Nanging batine tetep kepengin duwe anak wadon.

Temenan. Bareng jabang bayi lair, jebul metu wadon. Ndari rumangsa lega dene anake mbarep metu wadon temenan. Kosok baline Bu Guru sing mbrabak arep nangis. Kaningaya temen uripku! Kepengin duwe anak lanang ora klakon, ngarep-arep putu lanang, jebul malah wadon maneh.

Putune Bu Guru wis umur telung taun. Wong wadon iku gemati banget marang putune iku. Senajan wadon, rasane beda momong anak karo momong putu. Seminggu wae ora weruh putune, mesthi wis mara niliki. Malah nganti kepara nglalekake marang anak-anak liyane. Kala mangsane padha diece dening anak-anake.

"Ibu ki jare ora seneng putu wadon, ewadene kok kaya ora ana dina gothang, mesthi niliki putune...." ature anake ragil.

"Hus, kowe kuwi durung ngrasakake duwe putu, coba mbesuk yen wis diundang Mbah kakung, rasakna!"

Yen wis ngrembug prekara putu, banjur mrembet-mrembet tekan ngendi-endi. Pak Marno barang sok melu nimbrung rembug. Geguyonan ngono iku dadi kerep kedadeyan. Bu Guru dikroyok anak-anake lan bojone. Malah Pak Marno sing pinter dhewe mbebeda.

"Yen manut ramalanku, anake Ndari sing nomer loro iki metu lanang bakale. Kowe nadhzar apa, Bune?" kandhane Pak Marno.

"Embuh Pak, ora nggagas putu lanang! Wedok ya ben, lanang ya ben!" wangsulane Bu Guru nyenthe-nyenthe, jalaran rumangsa dibebeda dening bojone.
"Wong ditakoni apik-apik, kok wangsulane kaya ngono "
Sauntara iku ana nom-noman mudhun saka sepedha motor, sajake kongkonane Ndari anake wadon. Mlebu ngomah langsung kandha.
"Nyaosi priksa, Mbak Ndari babaran!"
"Hah, Ndari nglairake, lanang pa wadon?"
"Jaler!”
Krunqu anake Ndari lanang, sakala Bu Guru lunjak-lunjak karo nangis ngguguk. Lagi iki pepenginane duwe putu lanang kelakon.*






AKU DURUNG KALAH

NGADEG neng tlampik omah pancen dadi kesenenganku saben sore. Namatake sesawangan nalika srengenge meh angslup. Manuk-manuk padha mulih neng susuhe, mabur renteng-renteng neng langit sing wiwit mbrabak abang ndadekake sesawangan katon endah. Sanajan sesawangan dikebaki karo gedhong-gedhong dhuwur nantang langit.


Mung siji kuwi sing bisa gawe ilange rasa sayah sak wise nyambut gawe sedina ngrampungake tugas-tugas kantor sing kaya-kaya ora ana lerene. Mengko sedhela mesti bakal keprungu swara mbrenginging saka dalan ngarep omah ning komplek perumahanku. Pak Wiryo. Bakul puthu bumbung nyurung grobage, mlaku alon saka kidul. Yen wis tekan ngarep omahku mesti mandheg karo cluluk "Puthu Mas " Aku banjur mbukak pager, mangan puthu karo lungguh ing buk ngarep omah. Pak Wiryo uga mandheg. Ngladeni wong wong ing komplek perumahan sing padha tuku puthu bumbung.

Pak Wiryo padha karo aku. Padha-padha wong sing nyoba golek panguripan ing kutha kene, sing jarene nggon duwit. Mung bedane, aku bisa tuku omah, duwe rodha papat gaweyan Jepang modhel sing paling keri dhewe, nyambut gawe ning kantor sing ruwangane adhem.

Pak Wiryo crita, yen omahe ana ing mburi lapangan golf. Saben esuk lan sore nalika mangkat lan mulih saka kantor aku mesthi ngliwati tugu gedhe. Ngisor tugu kuwi ana dalan sing dawane watara rong kilonan tumuju menyang lapangan golf. Aku pancen durung nate weruh. Nanging aku bisa mengerteni yen omahe Pak Wiryo mesthi sawijining kampung nempel karo tembok pager lapangan golf. Ora bisa diselaki yen panggonan-panggonan ngono kuwi bisa nekakna dhuwit yen digarap dening investor. Kompleks sandhinge panggonane Pak Wiryo wis digusur arep kanggo ngambakna lapangan golf. Wong-wong diwenehi ganti rugi sak cukupe (jenenge wae ganti rugi, mesti ya sak cukupe). Coba yen jenenge diganti 'ganti untung'. Mula akeh wong-wong kampung kana sing ora sarujuk karo pembebasan tanah kuwi.

"Krungu-krungu jare lapangan golf arep diambakna Pak?" Pak Wiryo mung mesem krungu pitakonku, sajake wis ngerti apa karepku. Aku mbacutake takon maneh.

"Lah yen lapangane diambakna, terus kampunge sampeyan digusur piye Pak?"

"Nggih kersane napa ingkang kedadosan mangke, Mas. Digusur nggih pindah, wong pancen mboten gadhahane."

Pak Wiryo terus ngladeni wong tuku. Aku mangan puthu sing mung kari siji ning tanganku. Aku gumun dene Pak Wiryo yen ngomong karo aku nganggo basa alus. Mangka Pak Wiryo umure ora beda adoh saka bapakku Nalika aku pisanan tuku puthu banjur dadi langganan, Pak Wiryo malah rikuh aku ngomong nganggo basa alus. Karepku mono ngajeni wong tuwa, kaya sing diajarake bapakku, yen aku kudu ngajeni wong sing umure luwih tuwa, sapa wae kuwi.

"Panjenengan niku lho Mas, wong priyayi ageng kok ndadak basa lho kalih kula."

Oalah, donya kuwi jebule pancen isih mbedakna drajat, pangkat lan donya. Mula saka kuwi aku duwe panemu yen aku klebu wong begja. Lair ning kluwarga sing ana lan bisa ngrasakna kamukten urip. Sanajan ora nganti sugih mblegedhu, nanging sakora-orane yen kepengin apa-apa bisa keturutan.

Nanging wong sing kaya Pak Wiryo, menawa biyen bisa milih, mesti ora kepengin lair neng donya dadi wong sing kudu nyambung urip kanthi rekasa. Kaya-kaya kasunyatan kuwi gelem ora gelem kudu diadhepi.

Sejatine miturut panemuku, mbuh kuwi bener mbuh ora, kasunyatan sing kaya ngana kuwi wis digarisna dening sing Maha Kuwasa supaya urip ing donya bisa laras. Sing gedhe nulung sing cilik, sing kuwat mbiyantu sing ora kuwat. Nanging kaya apa sing kedadeyan? Ing jaman saiki sing dumadi, sing gedhe mangan sing cilik. Sing kuwat ngidak-idak sing kesrakaat. Donya, pangkat lan drajat sing dadi ukuraning urip.

Pak Wiryo, lan wong-wong sing manggon ning mburi lapangan golf sing kudu minggir amarga dianggep ora ana maneh nilai ekonomise kanggo pembangunan kutha. Nanging wong kaya Pak Wiryo arep ngapa? Bisa apa? Ora ana sing dinggo ngomong sora nalika ganti rugi sing ditampa kuwi, ajine ora sepiraa.

"Pak, wong puthune sampeyan enak. Piye yen tak silihi modhal, terus gawe home industri, puthune diwenehi cap terus didol nyang supermarket?"

"Wah, mangke yen kula mboten ider mriki malih, njenengan kangelan ndadak pados puthu teng supermarket," Pak Wiryo ngguyu latah-latah.

"Kula ngaten mawon sampun rumaos cekap kok Mas. Sing penting saged damel urip lan nyekolahke anak. Wong kula niku nggih mboten gadhah warisan napa-napa kangge anak kula. Sak mboten-botene, nek kula dadi bakul puthu, anake kula nggih sampun ngantos kados bapake."

Biyen aku nate nawani Pak Wiryo, supaya anake nyambutgawe neng pabrik nggonku. Kebeneran nalika kuwi unitku butuh karyawan anyar. Aku malah ngomong yen anake mesti ditampa, awit sing nggawa aku. Ora usah gawe lamaran. Karepku nulung Pak Wiryo, tinimbang anake nganggur.

"Golek gaweyan saiki angel lho Pak."

"Wong tiyange tesih sekolah kok Mas."

"Rak wis lulus SMA ta?"

"Lha nyuwun kuliah niku Mas. Ning, niki jarene mpun ajeng nulis napa... niku, skripsi napa,... Duka napa jenenge. Pokoke mpun meh rampung...kantun setunggal niku." Skripsi? Anake Pak Wiryo kuliah? Apa kuwat Pak Wiryo nguliahake anake? Kuwi mung tak batin wae. Kuwatir yen Pak Wiryo mengko tersinggung.

Wis meh rong minggu iki ora keprungu swara mbrenginging, saka grobag puthune Pak Wiryo. Aku ora ngerti kena apa Pak Wiryo ora katon liwat ning dalan ngarep omahku. Apa Pak Wiryo lara? Apa omahe digusur? Kaya ana sing kongkon, aku noleh kiwa dalan.

Sore kuwi aku nembe mulih saka kantor. Aku ngerem mobil ndadak. Ora maelu kendaraan-kendaraan ning mburiku sing padha ngunekna klakson. Stir dak buwang mengiwa menggok mlebu ning jurusan lapangan golf. Ning sawijining gang aku mandeg. Kepeksa mudhun saka mobil awit dalane ora bisa diliwati mobil. Aku mlaku saurute pager sisih njaba lapangan golf sing durung rampung digarap kuwi.

Aku yakin, dalan kuwi sing saben dina diliwati Pak Wiryo. Nyawang mengarep. Rodha-rodha traktor nggiles ngratakna lemah. Akeh wong nganggo helm kuning. Ning panggonan liya, ora adoh saka kana, ana wong-wong padha nglumpukna kayu-kayu tilas omah, seng lan barang-barang liyane sing isih bisa dienggo. Aku ora ngerti apa wong-owong kuwi sing duwe omah sing digusur apa mung pemulung sing nggoleki barang-barang tilas. Sing tak ngerteni, kampung kuwi wis rata karo lemah. Lan omahe Pak Wiryo mesti klebu salah sijine omah sing dadi mangsane buldoser.

Srengenge manglung mengulon. Alon-alon aku ninggalake papan panggonan kana. Perusahaanku ya duwe buldoser kaya ngana kuwi.

Kelingan karo Pak Wiryo, karo wong-wong sing mung bisa nyawang omahe diratakna karo lemah. Wong-wong sing kalah dening ukeling jaman. Kalah karo panguwasane dhuwit. Wong-wong sing kanggo tumbal modernisasi lan kapitalisme. Apa kemajuwan jaman kudu mesti ana sing dikurbanake? Aku kelingan, atasanku wingi uga ngomong, yen sawah mburi pabrik duweke penduduk wis dibebaske arep dinggo mbangun unit anyar.

Srengenge mbranang ing langit sisih kulon. Manuk-manuk mulih menyang susuhe. Cagak-cagak listrik, gedhung-gedhung tingkat njenggereng mandeng langit. Layangane bocah-bocah cilik jogedan sajak ngece. Sore kuwi, kaya biasane aku ngadeg neng ngarep omah. Nanging wis ora ana maneh swarane mbrenginging saka grobage Pak Wiryo. Wingi aku krungu kabar yen Pak Wiryo digawa anake menyang Batam. Anak sing nate tak tawani gaweyan biyen, wis lulus kuliah. Cumclaude! Dheweke dijaluk sawijining perusahaan Singapura ing Batam. Aku kelingan marang apa sing nate diomongna Pak Wiryo: "Yen nyawane kula tesih kanthil teng raga Mas, kula dereng kalah...."(*)





SAWIJINING WENGI ING MALIOBORO

Jam sanga kurang seprapat, Arul wis cepak-cepak arep mangkat. Klambi kothak-kothak lengen dawa, clana jeans kluwus ning resik, lan sepatu loakan merk Nike olehe tuku ing pasar Beringharjo, kabeh wis dienggo. Senajan mung arep ngamen, ora ana eleke yen nyandhang pantes. Idhep-idhep kanggo ngajeni wong sing dingameni, mengkono panglocitane batine. Rampung dandan, Arul njupuk gitar sing gumlethak ing peturon, banjur jumahgkah metu saka omah.

Angin wengi semilir, nggawa ganda amrik kembang sedhep malem. Mbulan satampah lan lintang-lintang abyor madhangi langit. Nanging Arul babar pisan ora nggagas kabeh mau. Lakune tumungkul, mecaki trotoar dawa sing wis rong taun iki ajeg diliwati, pendhak wengi lan parak esuk, nalika dheweke mangkat lan mulih ngamen.

Tekan palang sepur wetan Pasar Kembang, Arul menggok menyang sawenehe warung Hik pinggir dalan. Lagi wae manyuk lawangan, dheweke weruh Herman, kancane ngamen lagi lungguh jegang ing bangku pojok karo ngadhep kopi. Arul mara nyedhaki.

"Dak kira nek cuti," cluluke Herman, sing blasteran Jawa-Ambon iku.
"Padhakna pegawe wae ... Cuti ya sesuk ora sarapan," Arul lungguh karo nyaut sega kucing rong wungkus. Herman mung nggleges. Dheweke menyat saka anggone lungguh, banjur nginguk menjaba. Ing ngarep pertokoan kang tutup jam sanga mau, warung-warung lesehan wis akeh sing digelar. Mobil lan motor tharik-tharik ngebaki parkiran. Malioboro pancen ora tau turu. Rina-wengi tansah dadi papan jujugane uwong. Saweneh ana sing dodolan, golek rejeki, saweneh maneh ana sing jajan lan ngenggar-enggar ati.

Setengah jam candhake, Arul lan Herman wis katon jengkeng sinambi genjrang-genjreng, adol swara sake warung lesehan sing siji, menyang warung lesehan liyane. Anggone nyanyi gentenan, gumantung karo karakter lagune. Yen lagune mbutuhake vokal Tenor, Arul sing nyanyi. Dene yen lagune mbutuhake vokal Bariton, Herman sing nyanyi. Wong loro wis apal karo bageyane dhewe-dhewe, awit gaweyan iku pancen wis rada suwe dilakoni bareng. Satemene asile mono lumayan. Yen mung saderma kanggo mangan wae turah. Awit racake wong sing padha jajan, ora ana sing menehi kurang saka limang atus rupiyah. Malah umume sewu munggah. Ora maido, wong niyat jajan mono mesthine saka ngomah ya wis sangu dhuwit kepara turah. Nanging senajan mengkono, kerep ana perang campuh ing atine Arul. Gengsine minangka sarjana S1 sok-sok ora bisa narimakake, yen kanggo golek dhuwit sewu-rong ewu wae, dadak dilabuhi nyanyi karo jengkeng utawa timpuh ing ngarepe wong-wong kang lagi mangan. Saka rumangsane, ajining dhirine dadi ilang babar pisan. Kaya kere sing nyadhong kawelasan. Nanging arep kepiye maneh?! Urip iki angel. Lan weteng sing mlilit ora bisa wareg yen saderma dipakani gengsi.

"Ya ditrimak-trimakna wae dhisik, Rul. Pancen rodha nasibe awake dhewe iki saiki lagi neng ngisor. Mengko rak ya tiba titi mangsane rodhane mubeng mendhuwur," pratelane Herman, nalika sawijining wengi Arul ngetokne uneg-unege.

"Bener kandhamu, Her. Rodhane lagi neng ngisor, tur mlindhes telek lencung sisan. Dadine ambune ya blarengan," Arul sing lagi sumpeg atihe, nyaut waton muni. Herman nyekakak saambane lambene, nganti watuk-watuk. Pancen wonq loro iku anggone memitran rakete ngungkuli sedulur. Yen sing siji atine lagi susah, mesthi liyane nyoba nglelipur. Mbokmenawa merga rumangsa senasib. Padha-padha lulusan S-1, ning kepeksa mung padha dadi panji klanthung.

Jam setengah siji, kaya adat sabene, wong loro leren ing ngarep benteng Vredeburg, poncot kidul Malioboro, sinambi
ngetung pengasilane
.
"Wah, lumayan. Entuk nemlikur ewu wolung atus," cluluke Herman sing dadi Bendahara. Dhuwit banjur dibagi loro, sing kumel-kumel diwenehake Arul, dene sing rada anyar disaki dhewe. Arul mung meneng wae, wis apal karo kelakuwanekancane sitok iku.

"Malioboro pancen lahan subur. Ning yakuwi, ndadak ndlosor kaya ula, Arul ngomong lirih karo ngempakne rokok.
"Oalah Rul, gengsimu kuwi mbok wis ora usah diingu. Wong nyatane ijazahmu ya ora bisa nggolek pangan wae, kok."
"Ngonoa apa ya sajege awake dhewe arep dadi kaya ngene?" Arul nyedhot rokoke jero. "Apa wong tuwamu neng Ambon ya wis marem, yen ngerti kowe sing dikuliahake adoh-adoh, jebul mung dadi tukang mbarang?"
"Lha witikna arep kepiye maneh? Wong awake dhewe olehe usaha ya wis ora kurang-kurang. Mlebu plataran kantor disingkang-singkang Satpam, ya wis dilakoni. Nyatane nganti seprene ya tetep durung ana asile ..." Herman unjal ambagan abot, kelingan marang nasibe dhewe.

Rada suwe wong loro banjur mung padha meneng-menengan, kentir marang gagasane dhewe-dhewe. Lampu-lampu merkuri kang jejer-jejer ing sadawaning Malioboro katon putih kencar-kencar. Bening kaya kristal. Sauntara kuwi, senajan wis lingsir wengi, nanging kendharaan panggah liwat pating sliri. Embuh apa sing digoleki ...

"Mulih saiki, apa operasi maneh, Her ...?" Arul ngguwang tegesane sing meh nylomot driji. Herman nyawang mengalor, penere lesehan.
"Isih akeh sing dha jajan, ki? Apa ora eman-eman? Ora ilok lho, nolak rejeki."
"Ya ayo ...!" Arul menyat karo nyangking gitare. Herman ngetutake ing mburine. Yen mau anggone ngamen saka lor mengidul, ing warung-warung lesehan sing manggon ing iring wetane dalan Malioboro. Saiki ganti saka kidul mengalor, ing warung lesehan sing manggon ing iring kulon. Wong loro nlusur wiwit saka lesehan cedhake Gedhung Agung mengalor. Saka bakul gudheg, ayam goreng, tekan Sea Food, ora ana sing kliwatan. Bareng anggone mlaku tekan kidule toko Dynasti, dumadakan Herman ngruwes bokonge Arul seru, nganti bocahe njomblak karo misuh-misuh.

"Wedhus ...! Homosex-mu kumat ya, Her ...!"
"Ssstt ... Lor-kulon arah jam sepuluh..:" Herman ngomong lirih ing sandhing kupinge Arul. Arul nglirik papan sing dibisikake Herman. Ana bocah wadon loro lagi lungguh ing lesehan, sinambi ngadhep roti bakar lan susu segar. Tanpa sraba-sraba, Herman langsung menggok. Arul kepeksa melu nginthil ing mburine, senajan rada anyel. Soale iki mau wong loro wis rencana arep mulih. Kejaba drijine keju, mripate uga wis mbliyut, kegawa awake kang sayah. Herman kuwi wiwit biyen watake ora malih. Saben weruh prawan, mripate ijo. Kamangka pacare sing fotone tansah dislempitake ing dhompet iku ya ayu ... Arul grenengan dhewe ing batin.

Nalika Arul lagi wae siap-siap arep nyanyi, dumadakan gitare direbut cewek sing lungguhe ngungkuri dalan. Saking kagete, Arul mung mlongo.

"Mbak, roti bakar kalih susu segar, kalih malih ...! tanpa maelu Arul sing plenggang-plenggong, bocah wadon iku aba marang bakule.
"Arum ...?!" Arul ngulati karo njengkerutake alis. Rada tidha-tidha, sumelang yen kleru. Sing diceluk jenenge mung mesem karo mbalang liring.Ana kangen sumembul saka pletik-pletik sorot mripate.
"Ya ampun, Arum ...! Lha kok tengah, wengi kluyuran neng kene?! Jarene awakmu kerja neng Batam?! Arul nyalami cewek lencir mripate bening iku, sing banjur nimbangi kanthi nggegem kenceng tangane Arul.
"Kluyuran ...! Padhakna pe-es-ka wae ...!" Arum mecucu. Kancane sing nganggo sleyer abang nyekikik.
"Iki lho, kancaku pengin weruh sing jeneng Malioboro. Mula mumpung ana prei, banjur dakjak mrene sisan. Idhep-idhep karo bernostalgia," Arum mesam-mesem. mesem. "Lha awakmu dhewe piye, Rul? Kok nganti rong taun punjul, blas ora ana kabare?" bacute karo mandeng manther praupane Arul.
"Dawa critane, Rum. Tur mboseni. O, iya ... Kenalke, iki kancaku..."
"Aku wis ngerti, kok," Arum munggel cepet."Iki rak Herman, ta? Play Boy-ne Fakultas Hukum sing biyen pas dhemo sirahe bocor dipopor tentara kae ta?"

Herman mringis karo nggrayahi tilas jahitan sepuluh senti ing sirahe. Kenang-kenangan nalika kerusuhah Mei 1998 kepungkur. Arum banjur ngenalake kancane, marang Arul lan Herman.
Ooo ... Dadi iki Mas Arul sing kerep mbokcritakne kae? Sing jaremu "cool" tur "smart" ..." ujug-ujug si sleyer abang sing jenenge Ayu iku cluluk.
"Ngawur ...! Kapan olehku crita?! Senengane ngarang ... !" Arum klejingan. Tangane kemawe, njiwit bangkekane kancane. Ayu jelih-jelih karo ngguyu kemekelen.
Arum iku satemene kancasaangkatane Arul, jaman isih kuliah biyen. Malah kanca raket banget, awit kekarone padha dene aktif ing Senat Mahasiswa. Kerep diskusi, debat lan,nindakake tugas kampus bareng. Mula ora jeneng aneh yen merga saka kerepe ketemu lan.srawung, suwe-suwe banjur nukulake wiji-wiji tresna ing atine bocah sakarone. Mung emane, Arul sing minder merga kahanane sing kesrakat, ora wani mblakakake pangrasane marang Arum. Sumelang yen dikira ora ngilo githok. Sauntara Arum dhewe sing tinitah wadon, mung bisa ngenteni, ora wani ndhisiki. Kahanan mengkono iku lumaku terus, nganti bocah sakarone lulus. Nalika teka titi wancine wisudha, banjur padha janji bakal tetep terus sesambungan lan kabar-kinabaran. Nanging sajake pancen dudu jodhone. Anggone layang-layangan mung lumaku watara telung sasinan. Bubar iku banjur padha repot karo urusane dhewe-dhewe. Arum repot karo urusane minangka pegawe anyar, dene Arul repot anggone mider-mider golek gaweyan. Wusanane terus plas, kaya kepaten obor. Siji lan sijine padha dene ora ngerti kabare.
"Dadi nganti seprene awakmu isih nganggur, Rul ...?" Arum takon ngati-ati sawise Arul mungkasi critane. Sumelang yen nganti nggepok pangrasane.
"He'eh. Mula kanggo nyambung urip, ya kepeksa pendhak wengi dadi kalong neng Malioboro,"Arul mesem, ndhelikake atine kang getir. Arum trenyuh banget. Mripate nganti kaca-kaca. Babar pisan dheweke ora ngira, yen priya sing meneng-meneng wiwit biyen tansah dikagumi, merga kapribadene kang apik, beda karo kanca-kancane lanang liyane iku, jebul nasibe ala banget. Pantesa mono dheweke kepengin ngrangkul priya ing ngarepe iku, banjur nglelipur lan nggedhekake atine. Nanging biyen wae ora kelakon, apa maneh saiki sawise adoh?
"Sabar, Rul ... Aku ngerti banget yen awakmu iku pinter, tur tipikal pekerja keras. Mbokmenawa mung durung ketemu dalane wae..." Arum nggegem tangane Arul kebak empat. Sauntara Herman lan Ayu lagi ketungkul kojah ngethuprus, sajak gayeng banget. Sedhela-sedhela . padha ngguyu cekikikan. Embuh padha ngrembug apa.
Wengine mrambat sangsaya tuwa. Angin kang midid wiwit krasa adhem ing kulit. Arul unjal ambegan landhung. Lungguh adhep-adhepan sinambi omong-omongan karo Arum ngene iki, marakake dheweke kelingan jaman isih kuliah biyen. Kelingan marang wektu-wektu kepungkur kang endah lan kebak semangat urip, amarga rumangsa dibutuhake dening liyan. Rumangsa yen uripe ana gunane. Ora kaya saiki, mung kaya uwuh kang ora kanggo. Nyepet-nyepeti mripate sinq nyawang. Arul nggresah sajroning ati, "Menyang endi lungane wektu-wektu kang manis iku ...???!!!".